Perlukah mahasiswa milenial demo turun ke jalan saat covid 19 ?
Jadi masih perlukah mahasiswa milenial atau sering disebut mahasiswa “jaman now” demo turun ke jalan di saat pandemi covid 19? Pertama demo atau demonstrasi itu adalah gerakan protes yang dilakukan secara massal untuk menuntut sesuatu hal atau hak mereka kepada suatu lembaga atau organisasi. Fungsi dari demonstrasi ini adalah diharapkan lembaga yang bersangkutan dapat mendengar aspirasi para demonstran agar tercipta suatu keseimbangan diantara mereka. Jadi kali ini saya akan membahas tentang para mahasiswa milenial yang secara massal turun ke jalan untuk melaksanakan aksi demo di saat pandemi covid 19 masih berlangsung. Dan saya akan memberikan suatu contoh pada saat demo tentang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang menuai banyak kontroversi.
Di saat UU Cipta Kerja tersebut disahkan para buruh merasa sangat dirugikan karena ada beberapa poin yang tidak sesuai. Dan yang lebih parah lagi ada beberapa oknum yang menyebarkan berita hoax yang terkait dengan poin-poin UU Cipta Kerja tersebut dan membuat kondisi semakin memanas. Pada kondisi tersebut para mahasiswa juga semakin memanas dan memutuskan untuk melakukan aksi demo secara besar-besaran, tetapi sangat disayangkan mahasiswa melakukan aksi tersebut padahal pandemi covid 19 masih berlangsung. Padahal pemerintah telah memberikan kewenangan jika ada yang tidak setuju dengan UU Cipta Kerja tersebut maka boleh mengajukan judicial review ke MK agar UU tersebut dapat direvisi dan ditelaah kembali, dan tidak perlu memakai jalur demo kan?
Entah kenapa saya sangat merasa sedih para mahasiswa milenial tetap menempuh jalur demo di saat pandemi padahal masih ada cara yang lebih aman dan tertib. Apa mereka tidak memikirkan apa dampaknya jika para mahasiswa tersebut memiliki keluarga yang imunnya lemah dan gampang terkena virus? Masalahnya pada saat demo sebagian dari mereka dikabarkan ada yang reaktif virus covid 19 tersebut. Dan sia sia dong kita sudah stay safe di rumah, jaga jarak, dan mematuhi protokol kesehatan tetapi malah mereka lebih memilih melakukan aksi demo yang banyak sekali massanya. Kapan pandemi di Indonesia ini akan berakhir jika para mahasiswa milenial yang notabene sudah dewasa dan berpengetahuan luas malah melakukan demo secara massal padahal masih ada cara lain melalui pengajuan judicial.
Komentar
Posting Komentar